iklan

iklan

Sambutan Kepala Sekolah

Sambutan Kepala Sekolah

Kurikulum

PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

SMP NEGERI 13 KOTA SERANG

 

Pada tahun 2024 ini, pemerintah menetapkan Permendikbudristek RI Nomor 12 tahun 2024 tentang penerapan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum yang berlaku utuk jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. Melalui keputusan ini, pemerintah telah memastikan bahwa Kurikulum Merdeka diterapkan secara nasional di Indonesia. Kurikulum ini disebut Kurikulum Naional atau Kurikulum 2024 (secara resmi, masih disebut Kurikulum  Merdeka).

            SMP Negeri 13 Kota Serang   pada tahun pelajaran 2024/2025 kelas VII, Kelas VIII dan kelas IX melaksanakan Kurikulum Nasional (Kurikulum Merdeka). Namun demikian, dalam mengorganisasikan pembelajaran, SMP Negeri 13 Kota Serang  menyusun kurikulum dengan cakupan yang sama yaitu: intrakurikuler, Ko-Kurikuler, dan ekstrakurikuler.

 

A. Struktur Kurikulum   

 a. Intrakurikuler

   Pengorganisasian pembelajaran adalah cara SMP Negeri 13 Kota Serang  mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang waktu 1 (satu) tahun. Pengorganisasian ini pula termasuk pula mengatur beban belajar dalam struktur kurikulum, muatan mata pelajaran dan area belajar, pengaturan waktu belajar, serta proses pembelajaran.

   Penyusunan struktur kurikulum merupakan hal penting di dalam mengorganisasikan pembelajaran. Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh peserta didik pada SMP Negeri 13 Kota Serang  dalam kegiatan pembelajaran dan merupakan aplikasi dari konsep pengorganisasian konten dan beban belajar. Pengorganisasian pembelajaran bersifat fleksibel dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, lingkungan belajar SMP Negeri 13 Kota Serang .

   Intrakurikuler adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang ditempuh peserta didik,  adapun mata pelajaran yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 13 Kota Serang adalah :  Pendidikan Agama dan Budi Pekerti ,  Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Imu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Informatika, mapel pilihan (seni musik, Seni Tari, Seni Rupa) serta mata pelajaran muatan lokal (bahasa daerah Jawa Banten). Muatan lokal merupakan bahan kajian pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksud untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Muatan lokal di SMP Negeri 13 Kota Serang sesuai dengan peraturan Wali Kota Serang. Strategi pelaksanaan pembelajaran bahasa jawa sesuai dengan peraturan pemerintah Kota Serang yaitu 2 jam pelajaran per minggu dengan berbasis pada budaya, tata nilai, dan kearifan lokal yang berkembang di lingkungan masyarakat untuk menciptakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. pembelajaran bahasa daerah di ajarkan dengan memperhatikan aspek pragmatik, atraktif, rekreatif, dan komunikatif. pembelajaran bahasa jawa diarahkan supaya peserta didik memiliki kemampuan dan ketrampilan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut dengan baik dan benar, secara lisan maupun tulisan serta menumbuhkembangkan apresiasi terhadap hasil karya sastra dan budaya daerah.

Pembelajaran pada SMP Negeri 13 Kota Serang menekankan pada pembelajaran berbasis literasi dengan mengangkat nilai luhur budaya lokal dan mengacu pada tema-tema yang sudah ditentukan dalam capaian pembelajaran. dalam pembelajaran berbasis literasi ini peserta didik diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan untuk memperoleh sebuah karya dalam bentuk tulisan. pada akhirnya karya ini akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk  contohnya buku, artikel, atau publikasi digital. dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi ini tetap harus mengimplementasikan model dan syntak pembelajaran yang sudah ada diantaranya Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevan.

Adapun muatan kurikulum pada kegiatan intrakurikuler ada pada tabel berikut :

 

Tabel 1.1 PembelajaraIntrakurikuler Kurikulum Nasional

 (Kurikulum Merdeka)

 

 

 

 

 

 

No

 

 

 

 

Mata Pelajaran

Alokasi waktu mata pelajaran SMP kelas VII /VIII/IX

(asumsi 1 tahun =

36 minggu dan 1 JP = 40 menit)

 

Alokasi Intrakurikuler Per Tahun

 

Alokasi Intrakurikuler Per Minggu

Alokasi Projek

Penguatan

Profil Pelajar Pancasila Per Tahun

 

 

Total JP

Per Tahun

(JP)

(JP)

(JP)

(JP)

1.

Pendidikan Agama

Islam dan Budi Pekerti

72

2

36

108

2.

Pendidikan Pancasila

72

2

36

108

3.

Bahasa Indonesia

180

5

36

216

4.

Matematika

144

4

36

180

5.

Ilmu Pengetahuan

Alam

144

4

36

180

6.

Ilmu Pengetahuan

Sosial

108

3

36

144

7.

Bahasa Inggris

108

3

36

144

8.

Pendidikan Jasmani,

Olahraga, dan

Kesehatan

72

2

36

     108

9.

Informatika

72

2

36

108

10.

Seni (Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari)

72

2

36

108

 

Total **

1044

29

360

1404

**Total JP tidak termasuk pelajaran Muatan Lokal dan/atau pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan.

 

 

 

b. Kokurikuler

Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang  dilaksanakanuntuk penguatan,  pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter.

Dalam  upaya mewujudkan bangsa yang  cerdas dan maju,  pendidikan bermutu untuk semua adalah komitmen yang  harus selalu  dipegang teguh. Komitmen ini tidak cukup diwujudkan hanya melalui pengalaman belajar intrakurikuler dan ekstrakurikuler saja, tetapi juga perlu diperkuat melalui kegiatan kokurikuler yang dirancang secara sistematis, bermakna, dan kontekstual. Kokurikuler memiliki  peran strategis untuk menjembatani antara pembelajaran konseptual di kelas  dan penerapannya dalam kehidupan nyata, sehingga murid dapat mengembangkan kompetensi secara lebih utuh dan kontekstual. Kompetensi dalam hal ini adalah delapan dimensi profil lulusan , yakni :

a.      Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

        Materi keagamaan diintegrasikan dalam setiap aspek pembelajaran, bukahanya dalam pelajaran agama. Kegiatan seperti doa bersama, diskusi nilai-nilai moral, dan refleksi spiritual menjadi bagian rutin dari proses belajar.


b.       Kewargaan

    Pembelajaran tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara dikembangkan melalui proyek-proyek sosial yang melibatkan siswa dalam kegiatan masyarakat. Siswa diajak untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan dan memahami peran mereka sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas.

c.       Penalaran Kritis

Guru mendorong siswa untuk berpikir kritis dengan memberikan tugas-tugas yang menantang mereka untuk menganalisis, mengevaluasi, dan membuat argumen yang logis. Diskusi terbuka dan debat juga digunakan sebagai metode untuk melatih keterampilan penalaran kritis siswa.

d.       Kreativitas

Kurikulum dirancang untuk memberi ruang bagi siswa untuk berkreasi dan bereksperimen. Proyek-proyek seni, penelitian ilmiah, dan tugas-tugas kreatif lainnya diberikan untuk menstimulasi imajinasi dan inovasi siswa.

e.       Kolaborasi

Pembelajaran berbasis proyek dan kegiatan kelompok digunakan untuk mengembangkan keterampilan kolaborasi. Siswa bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan tugas-tugas, belajar untuk berkomunikasi, menghargai perbedaan, dan bekerja secara efektif dengan orang lain.

f.        Kemandirian

Pembelajaran difokuskan pada pengembangan kemandirian siswa dengan memberikan mereka tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. Guru memberikan panduan dan dukungan, tetapi juga mendorong siswa untuk mencari informasi dan solusi secara mandiri.

g.       Kesehatan

Pendidikan kesehatan diintegrasikan dalam kurikulum melalui mata pelajaran olahraga, biologi, dan kegiatan ekstrakurikuler yang mempromosikan gaya hidup sehat. Siswa diajarkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental serta bagaimana menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

h.       Komunikasi

Keterampilan komunikasi diajarkan melalui berbagai kegiatan seperti presentasi, diskusi kelompok, dan proyek-proyek multimedia. Siswa dilatih untuk menyampaikan ide-ide mereka dengan jelas dan efektif, baik secara lisan maupun tertulis.

1.     Strategi Pengorganisasian Pembelajaran

Untuk mencapai profil-profil lulusan tersebut, diperlukan pengorganisasian pembelajaran yang tepat dan terstruktur. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

a.      Perencanaan kurikulum yang komprehensif: Mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan keterampilan dalam kurikulum.

b.     Metode pembelajaran berpusat pada siswa: Menerapkan metode yang mendorong partisipasi aktif dan pembelajaran berbasis proyek.

c.      Pelatihan guru yang berkelanjutan: Memberikan pelatihan kepada guru untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka.

d.     Penggunaan teknologi: Memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran dan memberikan akses kepada sumber belajar yang variatif.

e.      Evaluasi berkelanjutan: Melakukan evaluasi pembelajaran secara berkala untuk memonitor perkembangan siswa dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

f.      Kolaborasi dengan masyarakat: Melibatkan masyarakat dan orang tua siswa dalam proses pendidikan.

 

Karakteristik kegiatan kokurikuler bersifat fleksibel dan kontekstual, serta dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan dan kekhasan satuan pendidikan. Namun demikian, kegiatan kokurikuler tidak dirancang secara acak atau sekadar tambahan kegiatan. Kegiatan harus berangkat dari identifikasi dimensi profil lulusan yang ingin dikuatkan atau diperdalam. Dengan menentukan terlebih dahulu aspek dimensi profil lulusan yang menjadi fokus, satuan pendidikan dapat merancang kegiatan kokurikuler yang  relevan dan berdampak